Jika melihat ke belakang, sejujurnya memang sulit sekali
buat seorang saya untuk bisa diluluhkan. Saya yang rumit ini mungkin selama
hidup baru pernah merasakan jatuh cinta satu kali. Dan berujung pada tidak berjodoh,
sayangnya. Haha. Oh hemm ralat, mungkin hampir dua kali. Kenapa hampir? Karna saat
sebelum kemungkinan itu terjadi, saya sudah menarik diri. Saya tetap memilih
jalan yang saya anggap “jalan kebenaran” ketika itu.
Dan entah mungkin saya sudah melewatkan seseorang yang baik
untuk saya, saya tidak tau. Semoga saja tidak, semoga saja karna kita memang
bukan berjodoh. Sesungguhnya setiap kali sebuah pilihan datang kepada saya dan mengharuskan
saya untuk mengambil keputusan, saya merasa tidak baik. Bingung, kaget, dan
kesal terhadap diri sendiri itu sudah pasti. Kenapa? Karna sampai saat itu saya
tidak bisa dengan lantang dan yakin memilih “iya”. Rasanya seperti tidak
mensyukuri apa yang sudah Tuhan beri, tidak memanfaatkan kesempatan yang sudah
Tuhan kasih. Tapi saya tidak mau berbohong, membohongi diri sendiri yang
berujung pada ketakutan menyakiti hati seseorang nantinya.
Dan entah mungkin saya sudah melewatkan seseorang yang baik
untuk saya, saya tidak tahu. Yang pasti, saya meyakini jika sesuatu yang memang
sudah ditakdirkan Tuhan itu tidak perlu menyakiti hati seseorang yang lainnya.
Jika seseorang itu memang yang dikirimkan Tuhan untuk saya, sudah pasti tidak
perlu ada orang-orang lain yang merasa tersakiti. Jika ada yang akan tersakiti,
saya biasanya memilih mundur secara teratur. Ya, saya memang sebegini rumitnya.
Tapi saya tetap memegang teguh keyakinan itu sampai saat ini.
Dan entah mungkin saya sudah melewatkan seseorang yang baik
untuk saya, saya tidak tahu. Saya yang dengan
tampang, kelakuan, dan kecerdasan yang serba pas-pasan ini masih bisa diterima
di hati orang-orang harusnya bersyukur. Saya tidak pernah berpikir akan ada orang
yang datang kepada saya, mengutarakan perasaanya, dan menerima saya apa-adanya.
Tapi percaya tidak percaya itu pernah terjadi, beberapa kali dan dari
orang-orang yang tidak saya sangka sebelumnya. Ketidakmenyangkaan itulah yang
membuat saya pada akhirnya bingung dan kesal sendiri.
kesal! Karna disaat ada yang meminta dan menerima saya apa
adanya, saya tidak bisa berkata “iya” karna satu dan lain hal. Dan sekarang,
justru seseorang yang bahkan tidak saya kenal yang malah membuat saya ingin
berkata “iya”. Entah kenapa saya ingin kamu, padahal kenal kamupun tidak. Hidup
memang aneh, ya.
Sekarang, saya tidak percaya diri lagi jika harus memulai. Setiap
saya ingin memulai dan mencoba, ternyata jalan yang terlihat tidak ada. Dan ketika
saya tidak berencana memulai tapi ada kesempatan yang datang, saya begitu sulit
percaya dan sulit diluluhkan. Aahh, proses mencintai dan dicintai yang masih
berjalan sendiri-sendiri ini semakin membuat saya penasaran dengan rencana
Tuhan. semoga proses “saling” ini segera bisa bertemu di suatu titik terbaik..
No comments:
Post a Comment