Showing posts with label Family. Show all posts
Showing posts with label Family. Show all posts

Tuesday, July 23, 2013

Insya Allah, Mah.. Pa..

Pagi ini di Grup BBM keluarga, tante posting ini..

******

ALLAHU AKBAR.... O:)
KUTIPAN Alm Ust E.Z. MUTTAQIEN,
Rektor Unisba, Bandung:​
( Baik untuk anak2 kita maupun untuk kita sendiri )

"ANAK-2 KU " ...
Ada kehawatiran besar setiap orang tua !!!
disaat tua,
disaat daya melemah,
disaat anak2 semakin sibuk.?

KESENJANGAN.
Diawali dari merenggangnya komunikasi...,
terjadinya perbedaan alam pikir yg menjauh...,
Dan ... sulitnya saling memahami,
yg mungkin skrg belum terbayang oleh orang tua kalian semua...??
tapi itu akan terjadi...!!!

KELAK ... pd saatnya kami hanya bisa berdoa n  berlinang air mata.
Mengiringi smua kekhawatiran yg menyelimuti hati kami.

Yang kami khawatirkan adalah keselamatan kalian,  juga syakaratul maut kami.  "Akan adakah anak2 tercinta menggumamkan Kalimat TALKIN mengiringi perjalanan kami pulang keharibaanNya saat syakaratul maut" ??

SAAT INI kami sangat ingin
komunikasi kita berjalan mesra..., ramah.., penuh ...  penuh rindu....
Kami berharap komunikasi kita membuat kita saling faham.

Kita akan saling tengok n  berkunjung tidak hanya saat Lebaran saja.

MEMANG kebersamaan kita hanya sebentar.
Hanya 20 tahunan,
Sisanya kalian akan bersama pasangan kalian sampai akhir hayat kalian.
Rasanya sangat sebentar,
belum cukup kita berbagi rasa diwaktu 20 tahunan itu.

Tapi mudah2an komunikasi yg kita bangun sekarang ini bisa mperpanjang kebersamaan rohani kita & mengecilkan rasa khawatir yg selalu ada di hati kami.

ANAKKU...
Jaga Sholat kalian,
Jaga Shodaqoh kalian,
Selalu Berbuat Baik,
Jangan pernah letih utk mendekatkan diri kpd ALLAH.
Berbuatlah yg bisa membuat Orang Tua kalian berbahagia di Alam Barzah n Akhirat kelak...!!!

Kami TITIPKAN masa depan Akhirat kami kpd Akhlaq Mulia kalian"..


******

Sedih..

Waktu saya mulai akan bekerja lebih jauh lagi dari Jakarta, saya tau pasti kekhawatiran orang tua saya berkali" lipat jauh lebih besar ketimbang saya di Jakarta dulu. Apalagi saya perempuan. Tapi mereka orang tua yang sangat hebat dan tidak egois, karena meskipun mereka sangat sangat khawatir dan berat melepas anak perempuannya ini bekerja di tempat yang lebih jauh.. mereka memberi saya kesempatan untuk berkembang, demi masa depan saya. Mereka memberi saya kepercayaan penuh, memberi saya kesempatan untuk bertanggung jawab atas kehidupan saya sendiri. Saya tau pasti itu tidak mudah bagi mereka, apalagi ini sudah menginjak bulan ke-9 anaknya ini merantau ke pulau yang berbeda. Saya tau pasti berat bagi mereka, saya tau pasti setiap hembusan nafasnya mereka selalu mendoakan saya agar supaya saya selalu sehat dan baik baik saja disini. Saya benar" tau kalo mereka selalu mengkhawatirkan saya meskipun mereka tidak selalu bilang.

Tapi, selagi doa mereka selalu selalu menyertai saya.. saya yakin saya akan tetap baik baik saja..
karna saya bersama Allah, ada Allah yang selalu menjaga saya dimanapun.

Sekarang, sebagai anak saya hanya bisa berbuat sesuatu yang kecil, semata mata hanya agar orang tua tidah perlu khawatir dan semata mata untuk membalas budi kepercayaan yang sudah mereka beri. Dimanapun saya berada..

Insya Allah, saya akan selalu menjaga shalat 5 waktu saya dan berusaha selalu dekat dengan Allah.
Insya Allah, saya akan selalu menjaga kehormatan diri saya demi masa depan saya dan demi nama baik keluarga.
Insya Allah, saya akan selalu menjaga perilaku & ucapan saya. Selalu berada di lingkungan yang baik dan berada diantara teman-teman yang bisa membawa saya ke arah yang lebih baik.

Insya Allah..

Monday, October 29, 2012

Bapak



Saya ingin bercerita tentang bapa. Satu-satunya bapa terhebat di seluruh dunia. Saya ingin kalian mengenal bapa dengan membagikan kisahnya pada kalian..

Bapa anak ke-2 dari 8 bersaudara. 2 laki-laki dan 6 perempuan. Adik bapa yang laki-laki sudah lama meninggal, sewaktu mereka sekeluarga sedang liburan di Pangandaran semasa remaja dulu. Kata bapa, kalau tidak salah kaki Almarhum tersangkut karang, kram, dan akhirnya tenggelam di pantai waktu itu. Jadilah bapa tinggal satu-satunya anak laki-laki dikeluarga kakek. 

Waktu bapa kelas 6 sd, bapa pernah sakit. Nenek bawa bapa ke dokter untuk diperiksa. Ternyata ada pemeriksaan rontgennya waktu itu. Bapa di rontgen, dan terdapat flek-flek putih yang pada akhirnya membuat bapa harus dirawat di rumah sakit. Kamar bapa seperti kamar isolasi, tidak boleh ada sembarang  orang yang menjenguk karna takut menular. Piring, gelas, semua peralatan makan harus bawa sendiri dari rumah. Cara memberi makannya pun diberikan lewat jendela. Sebegitunya kah?

Bapa lumayan lama menginap di rumah sakit. Saking bosannya, bapa sering bantu petugas rumah sakit untuk menyapu dan mengepel lantai. Sampai suatu waktu, nenek membawakan bapa radio supaya bapa gak terlalu bosan. Bapa senang dan langsung menghidupkan radio itu. Tapi, bapa merasakan ada yang aneh dengan radio itu. Volume suaranya rusak, jadi tidak ada suara yang terdengar. Dan seketika itu pula nenek kaget melihat respon bapa lalu menangis. “Ada apa dengan anaknya?”, pikir nenek waktu itu. Radio itu tidak rusak, suara radio itu kencang sekali karna volume sudah di-set paling maksimum sementara bapa tidak bisa mendengar apa-apa. Nenek langsung panggil dokter dan menanyakan keadaan bapa. Bapa diperiksa, dan ternyata fungsi gendang telinganya sudah rusak. Sejak itu bapa tidak bisa mendengar secara normal lagi. Sejak itu bapa harus bergantung kepada alat bantu pendengaran. Bisa dibilang bapa Tuna Rungu, tapi saya tidak mau menyebut demikian. Dan kenapa telinga bapa bisa tiba-tiba tidak berfungsi secara normal seperti itu? Jawabannya adalah adanya kesalahan diagnosa dari dokter. Flek-flek putih hasil rontgen yang katanya terdapat di paru-paru bapa, ternyata tidak ada. Flek-flek putih itu berasal dari alat rontgen yang rusak! Obat-obat dengan dosis tinggi yg terpaksa masuk tubuh bapa karna kesalahan diagnosa dokter yang pada akhirnya merusak gendang telinga bapa. Argh! Mendengar ceritanya membuat geram! Tapi ya sudahlah, itupun sudah puluhan tahun yang lalu. Saya kurang tau pasti apakah nenek dan kakek waktu itu menuntut pihak rumah sakit karna kesalahan diagnosa ini atau tidak. Saya Cuma tau bapa sudah melakukan pengobatan kemanapun dan juga melakukan operasi tapi telinga bapa tetap tidak bisa kembali normal lagi.

Bapa mulai beradaptasi dengan “penampilan baru”-nya. Ternyata, meskipun bapa memakai alat bantu pendengaran tapi itu tetap agak menyulitkan bapa dalam proses belajar di sekolah. Dan, entah ide dari siapa waktu itu.. bapa sampai harus pindah sekolah ke.. Sekolah Luar Biasa (SLB). Yap! Bapa sempat sekolah disana. Bapa pernah menunjukkan SLB tempat bapa sempat sekolah disana dulu, sedih. Selama bersekolah disana, para guru merasa tidak ada masalah dengan bapa. Para guru bilang, otak bapa pintar tidak bermasalah. Hanya pendengaran saja yang kurang, jadi bapa sebaiknya kembali bersekolah di sekolah normal. Akhirnya, bapa kembali ke sekolah biasa dan selepas smp bapa dimasukkan ke STM supaya langsung punya keahlian dan lebih banyak prakteknya.

Lulus dari STM, bapa mulai cari-cari kerja. Waktu itu bapa ikut tes masuk salah satu Bank Negeri dan Alhamdulillahnya lolos meskipun bapa ada kekurangan. Dari semenjak itu bapa mulai bekerja. Dan ketika dalam masa bekerja itu, bapa sempat melanjutkan kuliah. Tapi, lagi-lagi karna keterbatasan pendengaran.. bapa kurang bisa mengikuti. Sampai akhirnya suatu hari, bapa bilang sama nenek kalau bapa gak usah melanjutkan kuliah lagi. Kata bapa, biar saja uangnya untuk sekolah adik-adik-nya sampai tinggi.. bapa cukup sekolah sampai sini aja tidak apa-apa. Dan yaa, kakak dan semua adik-adiknya sekolah sampai sarjana.. Cuma bapa yang lulusan STM. Waktu nenek cerita soal ini kepada saya, mata nenek berkaca-kaca dan suaranya tertahan. Dan saat saya menulis inipun, mata saya berkaca-kaca dan tenggorokan saya tertahan. Saya bangga sama bapa.. saya tau pasti bapa saat itu ingin sekali sekolah sampai bisa sarjana, karna bapa memang orang pintar sebenarnya :’)

Tapi semuanya tetap disyukuri, karna bapa mendapat pekerjaan yang Alhamdulillah. Bisa nyicil rumah dan mobil dari pekerjaan sebagai karyawan suatu perusahaan itu kan Alhamdulillah yaa. Sampai akhirnya bapa ketemu mamah, dan akhirnya menikah dan dikaruniai 3 anak perempuan. Bapa termasuk kepala keluarga yang sangat bertanggung jawab terhadap anak-anak dan istrinya. Bapa juga mengajarkan agama dan pentingnya beribadah dari semenjak anak-anaknya kecil. Bapa bisa memberikan contoh yang baik, jujur, sederhana. Bapa senang membaca dan ke bioskop nonton film sebenarnya. Tapi semenjak punya anak, bapa jarang nonton film di bioskop lagi. Mungkin karna lebih baik uangnya buat anak ya. Bapa pendiam sebenarnya, tapi kalau sudah marah bisa seram sekali. Kadang, karna keterbatasan pendengarannya itu bisa membuat bapa misscommunication dengan orang-orang, termasuk anak dan istrinya. Tapi intinya, sebagai anak bapa sangat membuat saya dan adik adik bangga sekali punya bapa seperti bapa.

Keterbatasan pendengaran bapa kadang membuat saya sedih. Kalau ngobrol dengan orang, konsultasi dengan dokter, ngobrol dengan wali kelas pas pembagian raport, dan lainnya itu sebaiknya ada mamah atau anaknya yang mendampingi supaya tidak ada misscommunication. Bapa juga tidak bisa menyanyi karna jarang mendengar lagu. Suka sedih liatnya kalo kita sedang kumpul keluarga besar dan karokean, bapa Cuma bisa diam melihat saja. Kalau sedang ada acara kantorpun juga begitu, suka sedih aja liat bapa diem sementara teman-temannya bercanda-canda. Dan kalau mencari handphone, hal utama yang dicari adalah yang kualitas suaranya nyaring. Biasanya bukan handphone keluaran terbaru, tapi handphone keluaran lama yang biasanya punya kualitas suara yang lebih nyaring agar terdengar bapa. Dan yang membuat sedih lagi adalah, perjalanan karir bapa. Bapa sudah menjadi karyawan tetap di salah satu bank di Indonesia mungkin sekitar belasan taun atau mungkin puluhan taun ya. Tapi kenaikan jabatan bapa sangat lambat karna keterbatasan bapa ini, ditambah bapa yang hanya lulusan STM. Sekali lagi sedih, teman-teman bapa yang seperjuangan dulu sudah menjabat sebagai inilah itulah sementara bapa masih begini aja. Saya tidak masalah sebenarnya, mau bapa Cuma staff biasa itu tidak masalah buat saya. Tapi sebagai bapa, seseorang yang sudah bekerja puluhan tahun dan melihat teman-teman seangkatannya sudah mencapai titik yang tinggi pasti membuat bapa sempat tertekan. Pasti bapa juga ingin dan sebenarnya bisa seperti mereka. Tapi, lagi-lagi keterbatasan itu sepertinya menjadi faktor penghambat bagi perusahaan dalam memberikan kepercayaan kepada bapa. Entah, saya kurang mengerti. Apalagi saat ini banyak sekali anak-anak muda yang pendidikannya jauh lebih tinggi dari bapa. Kadang saya malu, saya baru bekerja 2 tahun saja sudah banyak mengeluh sementara bapa yang sudah bekerja puluhan tahun dan masih begitu-begitu saja jarang mengeluh. Memang bosan tapi jalani saja apa yang ada, kata Bapa. 

Karna bapa dikelilingi oleh banyak perempuan (ibu, istri, 6 saudara perempuan, 3 anak perempuan), pastinya tanggung jawab yang harus dipikul bapa berat sekali karna harus menjaga perempuan-perempuan ini. Maka dari itu, sebagai anak saya harus bisa menjaga diri saya sendiri. Dimanapun saya berada, saya harus menjaga kehormatan saya sebagai perempuan. Apalagi saya hidup di ibu kota, jauh dari rumah. Gak boleh macem-macem, harus menjaga nama baik keluarga. Harus jadi perempuan baik-baik. Mungkin itu sedikitnya yang bisa saya lakukan sebagai anak untuk mengurangi beban bapa.

Saya berdoa selalu semoga mamah dan bapa selalu diberi kesehatan. Kalau dilihat dari hasil medical check-up bapa secara keseluruhan kemarin Alhamdulillah sih bagus semua. Kolesterolnya yang sempat naik tahun lalu sekarang sudah turun dan termasuk normal. Paru-parunya juga masih bagus, karna bapa memang bukan perokok. Jantung, usus, dan lain-lainnya pun masih berfungsi dengan bagus. Alhamdulillah, semoga terus seperti itu. Aamiin.

Wednesday, November 16, 2011

Hari yang kurang bersemangat

Whoaahhh hari ini gak bersemangat sekali..! apalagi didukung dengan cuaca diluar yang mendung-mendung begitu dan suasana didalam gedung yang dingin-dingin begini. pengennya cuma ada di atas kasur empuk kamar dan dibalik selimut ajjaa..tidur leyeh-leyeh sambil nonton + nyeruput teh manis panas. huumm.. sayang seribu sayang kenyataannya saya tetep berada dibalik meja dengan pending kerjaan yang belum juga saya kerjakan..
Yang gak bikin semangat salah satunya adalah temen-temen kantor saya yang mana dimana lagi pada gak fit! kiri kanan lagi pada kena flu. Jadi berasa ketularan lemes letih lesu dan mau sakit juga nih. Haaaa.. jangaaannn tolong jangaannn..!!
Yang gak bikin semangat salah duanya adalah kebingungan saya. heyahh saya emang bingungan orangnya. kebingungan saya selalu bikin ribet saya sendiri padahal sebenernya gak mesti dibikin bingung hahah.. -__-
Ngehubungin satu persatu anak-anak vivere buat nanyain kepastian mereka ikut atau ngga ke nikahan Ajeng di cirebon karna mau dipesenin tiketnya. Sampai sore ini yang akhirnya confirm mau ikut Alhamdulillah.. 6 orang saja! Ohhhyeaaahhh..
Tadinya mau beli tiket ke Gambir langsung,  tapi Agan pulang sedari siang karna gak enak badan. Jadi, saya gak bisa ijin 'kabur' dulu ke Gambir. So.. pesen lewat telpon!
Pas nelpon PT KAI nya, ternyata lagi ada gangguan jadi belum bisa nerima pemesanan via transfer. Kalopun pesen lewat telpon, bayarnya tetep langsung mesti dateng ke loketnya. Ya sama ajaa mending sekalian besok, lagian katanya sih masih banyak seat yang kosong. Bismillah mudah-mudahan yaa.. Aamiin..

Ohyaa.. tadi siang sms-an sama papa

papa
"Yan di jkt tiap hari hujan"
*perlu diketahui, itu kalimat pertanyaan bukan kalimat pernyataan*
saya
"Gak tiap hari, kadang panas pisan kadang hujan gede. kalo dibandung gimana?"
papa
"Lamun pp n mm k jkt kumaha"
*papa gak terbiasa pake tanda tanya haha*
saya
"kapan? hari apa?"
papa
"besok kalo mama mau"
saya
"okee, naik apa? nginep atau ngga?"
papa
"Bis, ga nginep pp aja, itu ge kumaha mama"
saya
"Hee.. kalo pp gimana ceritanya.. kan yuannya kerjaa.. ke jktnya maukemana cobaa.."
papa
"Ya k kantor yuan aja"
saya
"Heeehhh?? Masa cuma mau ke kantor yuan? :o kalo gitu naik kereta api aja pa, turun di gambir. itu lebih deket ke kantor yuannya"
papa
"kalo bis kumaha ato travel"
saya
"bis kejauhan teuing.. travel mah sieun ahh"
papa
"Ya nanti runding sama mama"

Hiyaaaa... Mama sama papa mau ke Jkt cuma pengen liat kantor saya doang dooong..!! :') Kata mama, ini ide papa. Gak tauu katanya papa pengen liat saya ini kerjanya dimana, kantornya kayak gimana, gede apa ngga.. abis itu ya udah langsung pulang lagi ke Bandung. Speechless merasa terharuuu! :')
Tapi saya was-was gini, khawatir banget.. berasa gimanaaa gitu. ko papa pengennya aneh-aneh sih. ke jkt cuma pengen liat kantor saya doang. ih saya emang curigaan. saya takut kenapa-kenapa, was-was banget.. Haaaa Ya Alloh jaga dan lindungi Mama sama Papa.. kalo besok mereka jadi ke Jkt, jaga mereka selama perjalanan ya Alloh.. mohon beri keselamatan sampai tujuan ke sini dan kembali lagi ke Bandung. Aamiin Ya Rabb..

Gak tenang begini tuh rasanya gak enak yahh.. makanya udah gak bersemangat gini awalnya malah ditambah mellow sekarang karna kelewat was-was. Huaaaaa :((
Tapi Insya Alloh, saya percaya Alloh akan jagain mama sama papa.. *berdoa banyak banyak*

Oke, udah mau magrib. Abis magrib saya mau ke Semanggi janjian sama neng chi chi aka Yosi buat makan malem bareng.. See ya..
Assalamu'alaikum