"menyendiri hingga halal itu sulit, menolak pacaran membuat dicela,
menahan nafsu jelas tak mudah | bukankah ketaatan adalah pengorbanan?" (via @felixsiauw)
------
Saya gak mau sok alim disini karna saya tau saya juga masih banyak bandelnya. Saya sadar, masih banyak sekali perintah-perintah-Nya yang masih belum bisa saya
jalankan dengan sesuai. Banyak.. banyak sekali... dari yang saya sadari
sampai mungkin yang tidak saya sadari.
Sebenarnya saya juga bukan semata-mata ingin berusaha menjalankan apa yang sudah menjadi ketetapan-Nya.. saya bukan hanya semata-mata ingin berusaha berada dijalan-Nya.
Dalam hal ini, saya hanya punya mimpi dan keinginan yang sederhana..
Saya hanya ingin nantinya ketika sudah menikah, saya dengan bangga mengatakan kepada suami saya bahwa selama ini saya sudah menjaga diri saya baik-baik untuk dia. Saya hanya ingin bilang ke dia, bahwa dia adalah lelaki pertama dan satu-satunya dihidup saya selama ini yang bisa memegang tangan saya ketika berjalan, yang dapat memeluk saya erat, dan yang dapat mencium saya lembut.
Dalam hal ini, saya hanya punya mimpi dan keinginan yang sederhana..
Saya hanya ingin nantinya ketika sudah menikah, saya dengan bangga mengatakan kepada suami saya bahwa selama ini saya sudah menjaga diri saya baik-baik untuk dia. Saya hanya ingin bilang ke dia, bahwa dia adalah lelaki pertama dan satu-satunya dihidup saya selama ini yang bisa memegang tangan saya ketika berjalan, yang dapat memeluk saya erat, dan yang dapat mencium saya lembut.
Yaa.. saya hanya ingin itu sebenarnya...
Meskipun mungkin hal-hal seperti itu adalah biasa dan wajar dalam berpacaran.. meskipun mungkin nanti suami saya juga memaklumi saya andaikan saya sudah pernah digandeng lelaki lain dulunya, tapi sebagai perempuan saya akan tetap merasa bangga dengan diri saya sendiri karna bisa menjaga ini semua.
Dan saya baru sadar sekarang kalau ternyata Allah benar-benar menuntun saya, menjaga saya selalu dari godaan-godaan syetan yang terkutuk. Alhamdulillah, meskipun saya pernah beberapa kali berpacaran tapi saya masih bisa menjaga diri saya utuh seutuh-utuhnya. Suami saya nanti tetap akan menjadi lelaki pertama yang akan saya gandeng tangannya kalo sedang bepergian. Suami saya nanti tetap akan menjadi lelaki pertama yang akan saya peluk sekenceng-kencengnya, dan dan daannn begitulah..
Itu menjadi salah satu alasan kenapa saya tidak tertarik dengan konsep pacaran lagi.
Sederhana.. saya hanya ingin terus menjaga diri saya baik baik hanya untuk suami saya kelak.
Sampai saatnya tiba..
Allah Maha Melihat.. Allah Maha Tahu segala.. modal saya hanya keyakinan. Saya hanya yakin kalau sedang tidak berada dijalan yang salah untuk hal ini..
disamping itu, tetep ikhtiar Insha Alloh Ya Rabb.. Aamiin :)
Sampai saatnya tiba..
Allah Maha Melihat.. Allah Maha Tahu segala.. modal saya hanya keyakinan. Saya hanya yakin kalau sedang tidak berada dijalan yang salah untuk hal ini..
disamping itu, tetep ikhtiar Insha Alloh Ya Rabb.. Aamiin :)