Monday, October 29, 2012

Bapak



Saya ingin bercerita tentang bapa. Satu-satunya bapa terhebat di seluruh dunia. Saya ingin kalian mengenal bapa dengan membagikan kisahnya pada kalian..

Bapa anak ke-2 dari 8 bersaudara. 2 laki-laki dan 6 perempuan. Adik bapa yang laki-laki sudah lama meninggal, sewaktu mereka sekeluarga sedang liburan di Pangandaran semasa remaja dulu. Kata bapa, kalau tidak salah kaki Almarhum tersangkut karang, kram, dan akhirnya tenggelam di pantai waktu itu. Jadilah bapa tinggal satu-satunya anak laki-laki dikeluarga kakek. 

Waktu bapa kelas 6 sd, bapa pernah sakit. Nenek bawa bapa ke dokter untuk diperiksa. Ternyata ada pemeriksaan rontgennya waktu itu. Bapa di rontgen, dan terdapat flek-flek putih yang pada akhirnya membuat bapa harus dirawat di rumah sakit. Kamar bapa seperti kamar isolasi, tidak boleh ada sembarang  orang yang menjenguk karna takut menular. Piring, gelas, semua peralatan makan harus bawa sendiri dari rumah. Cara memberi makannya pun diberikan lewat jendela. Sebegitunya kah?

Bapa lumayan lama menginap di rumah sakit. Saking bosannya, bapa sering bantu petugas rumah sakit untuk menyapu dan mengepel lantai. Sampai suatu waktu, nenek membawakan bapa radio supaya bapa gak terlalu bosan. Bapa senang dan langsung menghidupkan radio itu. Tapi, bapa merasakan ada yang aneh dengan radio itu. Volume suaranya rusak, jadi tidak ada suara yang terdengar. Dan seketika itu pula nenek kaget melihat respon bapa lalu menangis. “Ada apa dengan anaknya?”, pikir nenek waktu itu. Radio itu tidak rusak, suara radio itu kencang sekali karna volume sudah di-set paling maksimum sementara bapa tidak bisa mendengar apa-apa. Nenek langsung panggil dokter dan menanyakan keadaan bapa. Bapa diperiksa, dan ternyata fungsi gendang telinganya sudah rusak. Sejak itu bapa tidak bisa mendengar secara normal lagi. Sejak itu bapa harus bergantung kepada alat bantu pendengaran. Bisa dibilang bapa Tuna Rungu, tapi saya tidak mau menyebut demikian. Dan kenapa telinga bapa bisa tiba-tiba tidak berfungsi secara normal seperti itu? Jawabannya adalah adanya kesalahan diagnosa dari dokter. Flek-flek putih hasil rontgen yang katanya terdapat di paru-paru bapa, ternyata tidak ada. Flek-flek putih itu berasal dari alat rontgen yang rusak! Obat-obat dengan dosis tinggi yg terpaksa masuk tubuh bapa karna kesalahan diagnosa dokter yang pada akhirnya merusak gendang telinga bapa. Argh! Mendengar ceritanya membuat geram! Tapi ya sudahlah, itupun sudah puluhan tahun yang lalu. Saya kurang tau pasti apakah nenek dan kakek waktu itu menuntut pihak rumah sakit karna kesalahan diagnosa ini atau tidak. Saya Cuma tau bapa sudah melakukan pengobatan kemanapun dan juga melakukan operasi tapi telinga bapa tetap tidak bisa kembali normal lagi.

Bapa mulai beradaptasi dengan “penampilan baru”-nya. Ternyata, meskipun bapa memakai alat bantu pendengaran tapi itu tetap agak menyulitkan bapa dalam proses belajar di sekolah. Dan, entah ide dari siapa waktu itu.. bapa sampai harus pindah sekolah ke.. Sekolah Luar Biasa (SLB). Yap! Bapa sempat sekolah disana. Bapa pernah menunjukkan SLB tempat bapa sempat sekolah disana dulu, sedih. Selama bersekolah disana, para guru merasa tidak ada masalah dengan bapa. Para guru bilang, otak bapa pintar tidak bermasalah. Hanya pendengaran saja yang kurang, jadi bapa sebaiknya kembali bersekolah di sekolah normal. Akhirnya, bapa kembali ke sekolah biasa dan selepas smp bapa dimasukkan ke STM supaya langsung punya keahlian dan lebih banyak prakteknya.

Lulus dari STM, bapa mulai cari-cari kerja. Waktu itu bapa ikut tes masuk salah satu Bank Negeri dan Alhamdulillahnya lolos meskipun bapa ada kekurangan. Dari semenjak itu bapa mulai bekerja. Dan ketika dalam masa bekerja itu, bapa sempat melanjutkan kuliah. Tapi, lagi-lagi karna keterbatasan pendengaran.. bapa kurang bisa mengikuti. Sampai akhirnya suatu hari, bapa bilang sama nenek kalau bapa gak usah melanjutkan kuliah lagi. Kata bapa, biar saja uangnya untuk sekolah adik-adik-nya sampai tinggi.. bapa cukup sekolah sampai sini aja tidak apa-apa. Dan yaa, kakak dan semua adik-adiknya sekolah sampai sarjana.. Cuma bapa yang lulusan STM. Waktu nenek cerita soal ini kepada saya, mata nenek berkaca-kaca dan suaranya tertahan. Dan saat saya menulis inipun, mata saya berkaca-kaca dan tenggorokan saya tertahan. Saya bangga sama bapa.. saya tau pasti bapa saat itu ingin sekali sekolah sampai bisa sarjana, karna bapa memang orang pintar sebenarnya :’)

Tapi semuanya tetap disyukuri, karna bapa mendapat pekerjaan yang Alhamdulillah. Bisa nyicil rumah dan mobil dari pekerjaan sebagai karyawan suatu perusahaan itu kan Alhamdulillah yaa. Sampai akhirnya bapa ketemu mamah, dan akhirnya menikah dan dikaruniai 3 anak perempuan. Bapa termasuk kepala keluarga yang sangat bertanggung jawab terhadap anak-anak dan istrinya. Bapa juga mengajarkan agama dan pentingnya beribadah dari semenjak anak-anaknya kecil. Bapa bisa memberikan contoh yang baik, jujur, sederhana. Bapa senang membaca dan ke bioskop nonton film sebenarnya. Tapi semenjak punya anak, bapa jarang nonton film di bioskop lagi. Mungkin karna lebih baik uangnya buat anak ya. Bapa pendiam sebenarnya, tapi kalau sudah marah bisa seram sekali. Kadang, karna keterbatasan pendengarannya itu bisa membuat bapa misscommunication dengan orang-orang, termasuk anak dan istrinya. Tapi intinya, sebagai anak bapa sangat membuat saya dan adik adik bangga sekali punya bapa seperti bapa.

Keterbatasan pendengaran bapa kadang membuat saya sedih. Kalau ngobrol dengan orang, konsultasi dengan dokter, ngobrol dengan wali kelas pas pembagian raport, dan lainnya itu sebaiknya ada mamah atau anaknya yang mendampingi supaya tidak ada misscommunication. Bapa juga tidak bisa menyanyi karna jarang mendengar lagu. Suka sedih liatnya kalo kita sedang kumpul keluarga besar dan karokean, bapa Cuma bisa diam melihat saja. Kalau sedang ada acara kantorpun juga begitu, suka sedih aja liat bapa diem sementara teman-temannya bercanda-canda. Dan kalau mencari handphone, hal utama yang dicari adalah yang kualitas suaranya nyaring. Biasanya bukan handphone keluaran terbaru, tapi handphone keluaran lama yang biasanya punya kualitas suara yang lebih nyaring agar terdengar bapa. Dan yang membuat sedih lagi adalah, perjalanan karir bapa. Bapa sudah menjadi karyawan tetap di salah satu bank di Indonesia mungkin sekitar belasan taun atau mungkin puluhan taun ya. Tapi kenaikan jabatan bapa sangat lambat karna keterbatasan bapa ini, ditambah bapa yang hanya lulusan STM. Sekali lagi sedih, teman-teman bapa yang seperjuangan dulu sudah menjabat sebagai inilah itulah sementara bapa masih begini aja. Saya tidak masalah sebenarnya, mau bapa Cuma staff biasa itu tidak masalah buat saya. Tapi sebagai bapa, seseorang yang sudah bekerja puluhan tahun dan melihat teman-teman seangkatannya sudah mencapai titik yang tinggi pasti membuat bapa sempat tertekan. Pasti bapa juga ingin dan sebenarnya bisa seperti mereka. Tapi, lagi-lagi keterbatasan itu sepertinya menjadi faktor penghambat bagi perusahaan dalam memberikan kepercayaan kepada bapa. Entah, saya kurang mengerti. Apalagi saat ini banyak sekali anak-anak muda yang pendidikannya jauh lebih tinggi dari bapa. Kadang saya malu, saya baru bekerja 2 tahun saja sudah banyak mengeluh sementara bapa yang sudah bekerja puluhan tahun dan masih begitu-begitu saja jarang mengeluh. Memang bosan tapi jalani saja apa yang ada, kata Bapa. 

Karna bapa dikelilingi oleh banyak perempuan (ibu, istri, 6 saudara perempuan, 3 anak perempuan), pastinya tanggung jawab yang harus dipikul bapa berat sekali karna harus menjaga perempuan-perempuan ini. Maka dari itu, sebagai anak saya harus bisa menjaga diri saya sendiri. Dimanapun saya berada, saya harus menjaga kehormatan saya sebagai perempuan. Apalagi saya hidup di ibu kota, jauh dari rumah. Gak boleh macem-macem, harus menjaga nama baik keluarga. Harus jadi perempuan baik-baik. Mungkin itu sedikitnya yang bisa saya lakukan sebagai anak untuk mengurangi beban bapa.

Saya berdoa selalu semoga mamah dan bapa selalu diberi kesehatan. Kalau dilihat dari hasil medical check-up bapa secara keseluruhan kemarin Alhamdulillah sih bagus semua. Kolesterolnya yang sempat naik tahun lalu sekarang sudah turun dan termasuk normal. Paru-parunya juga masih bagus, karna bapa memang bukan perokok. Jantung, usus, dan lain-lainnya pun masih berfungsi dengan bagus. Alhamdulillah, semoga terus seperti itu. Aamiin.

Friday, October 19, 2012

Terkubur miris

Sampai di umur segini, saya masih suka iri liat anak" dgn umur yg jauh dibawah saya bisa dengan bagusnya main alat musik, terutama gitar dan piano. Bisa memainkan piano sudah jadi keinginan saya dari semenjak jaman smp dulu memang. Hm, okay mari kita flashback ke jaman saya masih kecil dulu..

Jadi saya kecil ini sebenernya anak yg passionnya lebih ke seni dari jaman sd, saya paling suka pelajaran yg berbau seni dan keterampilan ketimbang pelajaran berbau eksak. Pada jaman itu,  saya senang menggambar & mewarnai, saya senang menyanyi sampai ikut paduan suara bahkan lomba nyanyi, saya juga senang menari sampai berani tampil di pensi sekolah atau acara 17 agustusan, saya semangat kalo ada tugas bikin prakarya apalagi, saya juga suka waktu ada tugas drama disekolah. Ya meskipun dari ke semua bidang seni itu hasilnya tidak ada yg memukau alias biasa aja (haha), tapi saya sangat sangat sangat merasa senang menjalani semuanya..

Masuk smp, masih begitu. Hal hal yg menarik perhatian saya adalah pelajaran yg berbau seni. Tapi tingkat kepedean saya berkurang disegi olah vokal setelah saya menyadari kalo suara saya gak bagus bahahaha. Saya juga gak begitu tertarik menari lagi. Di masa smp, saya justru mulai tertarik untuk bisa main piano. Bermodalkan keyboardnya kakek yg lumayan, saya mulai belajar. Otodidak. Simple sekali, kalau ada lagu saya cari not-nya sendiri sampai kira" pas dgn lagunya. Hanya seperti itu memang, tp pada jamannya dibandingkan temen" waktu itu.. Saya merasa keren! Haha. Dan untuk urusan seni lainnya pun, seperti membuat prakarya atau tugas drama masih senang saya jalani. Apalagi prakarya yaa, segala jenis prakarya pasti dibuatnya dengan sepenuh hati.

Di jaman smp-lah saya mulai merengek ke mama papa untuk dimasukkan ke tempat les piano/keyboard, tapi nyatanya gak bisa. Rasanya sedih waktu itu, mama termasuk orang tua yg cenderung lebih mendukung pengembangan anaknya dibidang pendidikan. Jadi, kalau utk les pelajaran ato les bhs inggris.. Mama pasti membolehkan. Selain itu, gak bisa.. Jadi, ya sudahlah saya jadinya harus mendem keinginan terbesar saya waktu itu.. *mata berkaca-kaca*

Masuk sma, keinginan saya bisa main keyboard masih menggebu". Saya ingat waktu itu di sma saya, ada kayak semacam les gratis dari purwacaraka. Bisa dibilang saya blm bisa main keyboard, tapi saya ingin sekali bisa. Jadilah saya gak mau sia"in kesempatan itu. Awalnya semangat dan merasa termotivasi meskipun gak ada dukungan, tapi langsung ngedrop lagi sewaktu sadar kalo modal utama les keyboard ini ya harus punya keyboardnya! Gimana bisa main keyboard kalo gak sering latihan di rumah? Kalo mau ada ujian, gimana latihannya? Saya minta papa beliin keyboard, tapi Papa bilang harga keyboard gak murah, jadi papa gak bisa beliin sementara keyboardnya kakekpun terlalu sederhana utk dijadikan alat belajar. Pada akhirnya, keinginan bisa main keyboardpun terpendam lagi..

Peraturan mama papa masih tetap sama, hanya boleh ambil les yg berbau pendidikan bukan seni. Tapi di tahap ini saya mulai ngerti maksudnya. Bukan karna mama papa gak mendukung anaknya berkembang diluar pendidikan sekolah, tapi semua kembali lagi ke masalah uang. Dananya gak ada, sementara utk memasukkan saya ke sekolah musik itu butuh dana yg tidak sedikit pastinya. Belum lagi beli keyboardnya. Sementara kalau utk les yg menyangkut pendidikan, seberapun besarnya itu setidaknya mama papa tidak akan merasa sia". Oke, karna alasan inilah saya bisa ngerti dan mulai ikhlas mengubur keinginan besar saya itu..

Masuk kuliah bahkan sampai sekarang sebenernya keinginan itu masih ada, tapi fokusnya sudah teralihkan ke yang lain. Suka "jleb" liat orang jago main keyboard itu masih ada. Kasuat-suat kalo kata orang sunda mah, "harusnya gue juga udah bisa ituu..."

Begitulah kenapa saya selalu iri dan terkagum" lihat anak" yg umurnya jauh dibawah saya tapi punya bakat yg luar biasa dibidang seni. Iri melihat mereka bisa dapet kesempatan belajar piano sampai akhirnya jago. Saya suka membayangkan diri saya main piano didepan banyak orang, atau mengiringi teman yg menyanyi dgn keyboard. Ya memang, kalo tekad saya lebih kuat waktu itu.. Saya pasti menemukan jalannya utk tetap bisa belajar piano/keyboard. Tapi, waktu itu saya sudah keburu menyerah dan memutuskan mengubur semuanya.

Ada sedikit penyesalan seiring dengan semakin terkikisnya kesenangan" saya dibidang seni termasuk pembuatan prakarya. Gak ada gunanya memang menyesali yg sudah terjadi, toh semua kejadian itu baik buruknya selalu ada maksud baik yg terselip utk bekal ke depannya. Jadi hanya bisa mengambil hikmahnya aja, meskipun gak tau ini hikmahnya apa :p

Mungkin penyesalan dimasa lalu ini akan menjadi pelajaran untuk sesuatu yg lebih baik dan indah pastinya nanti ya ketika saya punya anak... Eaakk..

Thursday, October 18, 2012

Susi & Ryan - Wedding Reception

Two of my closest friend finally held their wedding reception last saturday night at Tekmira Bandung. Haaaa so happy to see them officially as a newlywed couple :)
*ups actually emang udah sah sebagai suami istri dari bulan Juli lalu sih ya*

and here is some pictures, taken by @aganrh
 
me and friends


me with the beautiful bride, Susi 


lil bit rempong before we (me & @jenidel) went to reception, coz we both gak bisa dandan! Bahaha.. so, kita dandan se-apa-ada-nya se-bisa-nya se-mau-nya aja. Yaa sepertinya sih terlihat aneh ya cuma ya udahlah cuek aja.. bahaha lagi :))

rempong bertambah waktu @kakandra & @aganrh belum juga bisa dihubungin padahal waktu udah menunjukkan hampir pukul 19.00 which is resepsi udah mau mulai! Ternyata oh ternyata, @kakandra baru sampe bandung jam 7 malem itu jugaak. Wew! akhirnya, saya & @jenidel pergi ke resepsi di anter papa -___-

Forgive us ya @SusiValey, bridesmaid-nya malah dateng telat. hehe.

Dan ini lah penampakan duo boyband (or bodyguard ya ini?) with the bride:


@kakandra dgn gaya ala" Alpacino & @aganrh dgn gaya ala" mamang pilla *kaboor
me with @yosipoetri


For my dearest @SusiValey and @ryanchevalierS:

Now you will feel no rain
For each of you will be shelter to the other.
Now each of you will feel no cold
For each of you will be warmth to the other.
Now there is no loneliness for you
For each of you will be companion to the other.
Now you are two persons
But there is one life before you.
Go now to your dwelling place to enter into the days of your togetherness
And may your days be good and long upon the earth.

"Wishing you all the happiness there is and as you both live out your lives together may they be entwined as you grow old together."

(biar kerenan dikit kata-katanya, jadi nyontek dari sini HAHA)


p.s: dress yang saya pake itu sejujurnya membuat saya eungap! nge-pas banget bookk padahal udah fitting ulang dan udah di-gedein dikit -____-

Wednesday, October 17, 2012

Gastritis Attack

Yang namanya nisa kalo sakit ya gak jauh-jauh dari masalah perut. Err, lagi semangat-semangatnya memulai pola hidup sehat dengan mencoba jadi semi-vegetarian.. eh malah dateng masalah perut lainnya :(

berawal dari (kayaknya) ada bakteri yg masuk lewat makanan, 2 minggu yg lalu. Hari Rabu sore itu saya pulang cepet karna badan rasa-rasanya gak enak. Badan pegel dan kepala pusing. Sampe dikosan, makan bubur trus langsung rebahan di kasur. besok paginya, jeng jeng.. kirain bakal kembali normal taunya badan malah meriang, mual-mual, dan diare. Buang air besar udah kayak buang air kecil (duh maaf gak disensor).. lemeesss banget bolak balik kamar mandi melulu. Awalnya saya pikir ini semacam proses detoksifikasi karna kan saya semi-vegetarian ituu, tapi waktu saya tanya ke @SusiValey katanya dia dulu gak sampe diare dan muntah” gitu pas jadi vegetarian..

Akhirnya saya minta ijin buat gak masuk kerja hari itu, dan siangnya ‘kabur’ ke bandung. kesannya cemen gitu sih ya, masa cuma karna sakit perut langsung pulang ke bandung. haha. tapinya saya mikir, badan saya ini lagi lemes-lemesnya karna diare. mau makan, harus beli dulu ke luar. gak ada daya dan upaya dong buat jalannya. mau minta tolong ibu kos atau mba kos, gak enak. mau minta tolong temen kos, juga gak enak. jadi ya udahlah daripada serba gak enak, kabur aja ke bandung. kalo di rumah kan, enak” aja kalo mau ngerepotin orang rumah hehehe #yaemangiya

Singkat cerita, pada akhirnya saya mesti bedrest 6 hari setelah ke dokter. lama yaa.. yg bikin lama itu pemulihan dari lemesnya. lemes dan kalo mesti beraktifitas gitu suka agak” pusing. kalo udah pusing, bawaannya mual. kalo udah mual, bawaanya jadi gak mau makan. kalo gak mau makan, ya jadi lemes lagi. jadi, mesti bener” fit dulu baru bisa kerja. tapi karna saya ngerasa udah sehat di hari ke-6, jadilah saya masuk kerja. gak enak juga ijin lama-lama gitu.. kasian orang” yg butuh saya.. *duile, sok iye*

nah, udah sembuh dong yah itu.. saya mulai enak makan nih ceritanya. apalagi gara-gara sakit muntaber itu berat badan saya turun drastis sampe 4kg!! shock sayaaa.. secara saya udah kurus, turun 4kg makin kurus ajaaa. makanya, saya mau naikin berat badan lagi. tapinyaaa… sekarang keburu sakit lagi. sakit perut yang lain lagi :( #hadeuuhh

Setelah browsing dan buka wikipedia tentang penyakit maag, saya pun akhirnya yakin sakit perut kali ini karna maag saya yang kambuh. tapi sakitnya belum pernah sampe kayak gini. penyebabnya, kayanya karna saya salah makan waktu dikondangan sabtu kemarin. jadi, sebelum ke kondangan tuh perut saya emang udah perih.. trus langsung aja saya makan nasi dulu di rumah. nah, waktu dikondangan saya malah makan Tomyam! euuhh, tomyam itu kan rasanya asem pedes gitu yaa.. saya gak tauu kalo perut saya tingkat ke-sensitif-annya udah lebih sensitif dari sebelumnya. besok paginya, langsung diare dan perut sakit perih gak jelas. tapinya saya gak bilang mamah, karna pasti bakal riweuh kepikiran saya yg sakit melulu akhir-akhir ini. jadi saya diem aja seolah baik” aja..

balik ke jakarta hari minggu, saya coba minum obat maag. minum obat maag macem” dari hari minggu malem sampe hari ini, Alhamdulillah perutnya belum juga enakan. hiks. masih perih sakit gak jelas, msaih sakit kalo mau duduk, mau berdiri, dibawa jalan, ih kegoyang dikit perutnya sakit. jadi mesti pelan” bawa perut hahaha rempong deh. dan baru kali ini juga sakit maag sampe sakit kalo mau (maaf) buang air besar. karna ngerasa aneh, saya baca lagi di wikipedia. ternyata emang begitu, sakit saat buang air besar merupakan salah satu gejala dari sakit maag. baru tauuu..
belum mau ke dokter sih, berharapnya bisa sembuh dengan sendirinya aja. tapi kalo sampe besok belum juga sembuh, baru ngerasa butuh dokter. hhh.. ada ada aja yaa perut saya ini ckckck *jewer kuping sendiri*

Friday, October 12, 2012

Keep our dreams alive and we will survive

 
Mimpi-mimpi kamu.. cita-cita kamu.. keyakinan kamu.. apa yang kamu mau kejar, biarkan ia menggantung, mengambang 5 centimeter di depan kening kamu. Jadi dia nggak akan pernah lepas dari mata kamu. Dan kamu bawa mimpi dan keyakinan kamu itu setiap hari, kamu lihat setiap hari, dan percaya bahwa kamu bisa.

 
Apa pun hambatannya, bilang sama diri kamu sendiri, kalo kamu percaya sama keinginan itu dan kamu nggak bisa menyerah. Bahwa kamu akan berdiri lagi setiap kamu jatuh, bahwa kamu akan mengejarnya sampai dapat, apapun itu, segala keinginan, mimpi, cita-cita, keyakinan diri..


Biarkan keyakinan kamu, 5 centimeter mengambang di depan kening kamu. Dan… sehabis itu yang kamu perlu cuma kaki yang akan berjalan lebih jauh dari biasanya, tangan yang akan berbuat lebih banyak dari biasanya, mata yang akan menatap lebih lama dari biasanya, leher yang akan lebih sering melihat ke atas, lapisan tekad yang seribu kali lebih keras dari baja, dan hati yang akan bekerja lebih keras dari biasanya, serta mulut yang akan selalu berdoa..

Keep our dreams alive, and we will survive..



― [5cm - Donny Dhirgantoro]

Thursday, October 11, 2012

old story

Hari itu saya iseng buka folder" di laptop. Saya berhenti di satu folder lama, lalu mulai meng-klik untuk melihat apa saja isinya. Ada beberapa file .doc dan .txt disitu. Saya buka salah satu, dan ingatan saya langsung kembali ke beberapa tahun yang lalu..
---------------
"dia lelaki pertama yang saya kenal di kampus ketika saya masuk kuliah. Disaat kita masih sama-sama belum punya banyak temen, kita sering kemana mana bareng sampe pulang bareng. waktu pertama kali pulang bareng, dia traktir saya minum pop ice. dia yang pertama kali tau kalo saya belum pernah pacaran saat itu. saya ingat betul muka gak-percaya-nya dia. "masa sih kamu belum pernah pacaran? bohong banget", kata dia. haha. dia yang bantu saya menjawab pertanyaan Mrs. Farida di kelas Bahasa Inggris ketika saya kesulitan menjawab. dia yang akhirnya dijadikan KM oleh anak-anak. dia orang yang paling bisa bikin saya nyaman pada saat itu, pada saat saya masih asing dengan kehidupan kampus. honestly, saya merasa ada yang melindungi..

Makanya, waktu dia disuruh orang tuanya buat ikutan tes di kampus lain, jujur saya takut. saya takut dia pindah dan ninggalin saya. waktu itu dia tanya ke saya gimana baiknya, trus saya suruh dia untuk sholat istikharah minta petunjuk dari Alloh. Malamnya, saya sms dia gimana keputusannya. dan ternyata dia gak jadi pindah.. huuhh saya legaaa banget, akhirnya saya gak jadi ditinggalin waktu itu :)

waktu berjalan.. sampai akhirnya kita punya temen masing-masing. dia sibuk sama temen temennya, saya sibuk dengan temen temen saya. meskipun kita satu kelas, tapi kita jadi jarang ngobrol. kita sering berantem karena saya selalu bete sama dia soal ke-tidak-tanggungjawab-an dia sebagai seorang KM sementara dianya cuek cuek aja gak perduli. saya sering kesel dan sering marah-marah. tapi, seberapapun seringnya saya kesel karna sikap dia.. pada akhirnya saya selalu bisa maafin dia..

berantem, marahan, baikan lagi. kita masih suka ngobrol meskipun gak sesering dulu. tapi seengganya saya tetep seneng, karna dia masih mau curhat sama saya termasuk waktu anak dari jurusan lain deketin dia. saya seneng dia masih sering dateng ke kosan saya hanya untuk sekedar ngobrol-ngobrol, meskipun pernah sampe hujan-hujanan. saya seneng waktu liat hape nokia dia ternyata nama saya masuk di kategori VIP, beda dari temen-temen lain. saya seneng waktu dia sms saya suruh dateng ke kosannya buat buka perbannya dia gara gara abis jatuh dari motor. saya juga seneng dia masih mau dengerin saya... ada lah pokonyaa.. pokonya saya seneng..

tapi semenjak.. ada lah pokonya.. kita bener-bener jauh. jauh dan lama gak saling bicara. saya tau waktu itu dia kesel dan kecewa dengan sikap saya, tapi saya gak peduli dan gak pernah tanya langsung kenapa dia tiba tiba jauhin saya..

tapi seiring waktu berjalan lagi, setelah aksi diem-dieman kita mulai bisa ngobrol lagi. dan saya merasakan lebih deket untuk kali ini. kita mulai sms-an lagi. emang gak pernah berani ngobrol depan anak-anak, karna setiap ngobrol dikit langsung di "suit-suitin" sama temen-temen. maluu. kemarenan saya minta anter dia ke BEC buat service MP4 saya yang rusak, dan waktu mau makan dia bersikap sangat manis. dia ambil kursi dan mempersilahkan saya duduk. aahhh so sweett.. pulangnya karna kemaleman dan udah gak ada angkot, kita jalan jauh sekali dari gegerkalong ke ciwaruga. tapi gak berasa, karna kita ngobrol-ngobrol sepanjang jalan. hihihiii..

oia waktu libur kuliah kemarin, dia pulang ke sukabumi.. dan dia ganti nomer hp. dia sms saya, katanya "kalo ada apa-apa, hubungin aku di nomer ini yaa..". dan dia telpon saya, ngobrolin apa aja..

waktu saya marah dan hampir nangis di kampus karna dia senyum-senyum sementara saya merasa dipermalukan didepan anak-anak yg godain saya-dengan-dia, malemnya dia sms.. "kamu marah soal tadi? maaf yaa.."


hhhh.. banyakkk, banyak sekali yg terjadi. yang jelas saya seneng, saya merasa berterima kasih kepada Alloh karna sudah mengizinkan saya untuk merasakan perasaan ini.. dan berterima kasih kepada dia yang bersikap baik sekali dan membuat saya "loncat-locat" akhir-akhir ini..

hmm saya gak tau ini akan berakhir bagaimana.. berharap tapi memang sepertinya agak susah untuk berakhir dengan baik.. we'll see.."
------------

Tulisan yang dibuat taun 2005. huuhh haaahh! ngakaaakkk geleuh gimanaa gitu! actually, memang tidak berakhir dengan baik waktu itu. tapi Alhamdulillah kita tetap berteman sampai saat ini. Mengingat kenangan kenangan masa lalu itu bukan berarti masih meninggalkan perasaan disana. Pada kenyataannya memang sudah lama benar-benar hilang, hanya tinggal kenangannya saja. Time flies, people change. saya hanya merasa beruntung karna pernah ada di masa masa itu.. entah kapan, rasanya jadi lebih sulit merasakan hal yg sama dengan masa-masa itu lagi.. yg memang terjadi melalui tuntunan hati, tanpa direncanakan lalu berjalan dengan sendirinya saja.. seperti itu..

ahh yaa, saya juga rindu saat-saat dimana saya bisa meluapkan perasaan saya. saat marah, kesel, seneng, sedih.. rasanya lebih gampang diluapkan ketika itu. sekarang, cenderung lebih banyak memendam dan diam..

Semoga bisa merasakan hal-hal seperti itu lagi dalam proses saya menemukan calon suami saya.. hahaha ujung ujungnya kesitu. ya di-Aamiin-in ajaa :p

 “Akan selalu ada suatu keadaan, kenangan dan orang-orang tertentu yang pernah singgah dalam hati kita dan meninggalkan jejak langkah di hati kita dan kita pun tidak akan pernah sama lagi seperti kita sebelumnya”
― Doony Dhirgantoro, 5 cm (hal. 4)