Kalau ditanya siapa guru semasa sekolah yang paling berjasa buat hidup saya, saya pasti akan menjawab Pak Cipto. Siapa dan kenapa? Let me write to this post..
Yang perlu diketahui terlebih dahulu adalah tentang saya yang sangat membenci pelajaran matematika. Iya jadi dari semenjak sekolah dasar, jiwa dan batin saya sudah menolak keras asupan-asupan bumbu yang berhubungan dengan hitung menghitung ini. Saya sampe heran dan gak habis pikir kok ada ya orang yang suka sama pelajaran menyebalkan itu. Uh apa sih yang bikin menarik? Yang ada pusing tujuh keliling tiap ngeliat soal-soal memusingkannya.
Kebencian saya berakibat kepada kebodohan. Haha. Nilai matematika yang pas-pasan udah pasti punyanya saya. Saya sebel gara-gara pelajaran ini, saya hampir selalu dimarahin abis-abisan sama papa sampe nangis sewaktu mengerjakan peer karna gak ngerti-ngerti. Saya kesel kenapa sulit sekali memahami konsep-konsep itu. Saya ribet, karna setiap peer atau ulangan mesti celingak celinguk cari contekan. Saya sebel, kesel, ribet dan semakin membenci pelajaran ini.
Kebencian saya terus berlanjut sampai ketika saya menginjak bangku sekolah menengah atas. Dan Pak Cipto ini, beliau guru matematika pertama saya yang mengubah pandangan nyinyir saya terhadap matematika. Beliau yang membuat saya mulai menyenangi pelajaran ini sedikit demi sedikit. Haaahh ternyata matematika cukup menyenangkan dan gak senyebelin yang saya kira! Haha.
Metode apa yang Pak Cipto ajarkan sampai saya yang tadinya benci jadi suka?
Cara mengajar beliau sebenarnya tidak ada yang istimewa. Hanya menerangkan dengan baik sampai dapat dimengerti muridnya ditambah banyak memberi banyak contoh soal dan latihan. Yang berbeda dari guru-guru saya yang lainnya adalah peraturan yang beliau terapkan ketika ulangan. Beliau membuat aturan, yang ketauan mencontek atau memberi contekan akan dikenakan hukuman. Hukumannya lumayan, karna sangat berpengaruh dengan nilai kita. Yang ketauan mencontek, nilai akhir akan dikurangi 2 point. Dan yang ketauan memberi contekan, nilai akhirnya akan dikurangi 3 point. Entah kenapa sewaktu Pak Cipto memberikan aturan itu, saya tersentak! Dan karena keter-sentak-an saya ditambah mungkin adanya hidayah dari Yang Maha Kuasa heeheh, saya mulai berpikir dan berniat sampai ke relung hati untuk mencoba memahami si ‘matematika’ ini.
Mulailah saat itu saya berusaha untuk mengerti konsep-konsep setiap bahasannya. Saya pelajari sedikit demi sedikit. Saya berusaha mengerjakan sendiri peer saya tanpa mesti mengandalkan teman lagi. Saya belajar dan lebih sering latihan soal kalo masa-masa ulangan datang. Demm percaya gak percaya saya gak tertekan loh sewaktu mesti bergulat dengan angka-angka itu! Percaya gak percaya lagi saya sangat tekun dan menikmati setiap waktunya. Ini salah satu perubahan terbesar dalam hidup saya.
Dari mulai saat itu, matematika menjadi pelajaran favorit saya. Setiap peer yang dikasih guru-guru, akan saya coba kerjakan semaksimal yang saya bisa. Kalau saya pada akhirnya nyerah dan gak mengerti bagaimana cara menjawabnya, biasanya besoknya saya tanya ke gurunya. Dan setiap masa ulangan tiba, saya mengerjakan setiap soalnya dengan hati-hati dan berusaha sendiri. Gak ada lagi kebingungan celingak celinguk cari contekan. Yang ada, kode dari temen-temen yang minta saya untuk memberi mereka contekan. Dunia saya tiba-tiba terbalik haha daann ternyata itu sangat menyenangkan. Ketika kita mulai mengerti ‘kunci’ dan konsepnya, hal yang tidak kita tau menjadi suatu hal menarik untuk dicari supaya menjadi tau.
Karna saya suka matematika, akhirnya saya memilih program IPA di SMA kelas 3 saya. Berlanjut ke perguruan tinggi, saya memilih jurusan yang kira-kira ada matematikanya. Waktu itu Alhamdulillah saya keterima dijurusan matematika UPI! Tapi waktu itu tidak saya ambil karna saya kurang berminat menjadi guru. Dan karna saya lebih condong ke Teknik Telakomunikasi POLBAN setelah melakaukan istikharah selama kelas 3 itu.
Semasa kuliah, tetep matematika menjadi pelajaran favorit. Baik ketika di POLBAN maupun di IT TELKOM, mata kuliah yang berkaitan dengan ilmu matematika menjadi daya tarik tersendiri buat saya.
Perubahan besar ini berawal dari seorang guru hebat yang bernama Pak Cipto. Perubahan yang membuat saya bisa seperti sekarang ini. Mungkin Pak Cipto gak pernah tau betapa beliau sangat berjasanya bagi saya, tapi Alloh.. Alloh tau dan Dia pasti memberikan balasan atas jasa-jasamu Pak..
Well yeaahh sekarang semenjak bekerja, matematika saya kurang terasah kembali haha yaa secara yaa ilmu-ilmu matematika yang saya pelajari khususnya sewaktu masa kuliah tidak terpakai ketika bekerja sekarang ini. Sangat memungkinkan adanya ketumpulan pada syaraf-syaraf otak saya yang mengakibatkan saya lupa kan hehhehe,,
Ohyaa pastinya selain Pak Cipto ada banyak sekali guru-guru yang sangat berjasa untuk kehidupan dan ‘tumbuh kembang’ saya hehehe. Dari mulai guru-guru saya sewaktu TK di TK Bunda Asuh Nanda, SD di SD. Assalam II, SMP di SMP Negeri 13, SMA di SMA Negeri 7, sampai dosen-dosen di jurusan Teknik Telekomunikasi POLBAN dan IT TELKOM. Mereka semua luar biasa! Saya yakin Alloh sudah menyiapkan balasan atas semua kemuliaan, kesabaran dan ketulusan kalian dalam mengajar.
SELAMAT HARI GURU..!!
Jangan pernah berhenti untuk tetap berusaha membuat anak-anak Indonesia lebih pintar dan membanggakan Bu.. Pak J J
No comments:
Post a Comment