Thursday, July 26, 2012

Sederhana Saja Sebenarnya

"menyendiri hingga halal itu sulit, menolak pacaran membuat dicela, menahan nafsu jelas tak mudah | bukankah ketaatan adalah pengorbanan?" (via @felixsiauw)
------

Saya gak mau sok alim disini karna saya tau saya juga masih banyak bandelnya. Saya sadar, masih banyak sekali perintah-perintah-Nya yang masih belum bisa saya jalankan dengan sesuai. Banyak.. banyak sekali... dari yang saya sadari sampai mungkin yang tidak saya sadari. 

Sebenarnya saya juga bukan semata-mata ingin berusaha menjalankan apa yang sudah menjadi ketetapan-Nya.. saya bukan hanya semata-mata ingin berusaha berada dijalan-Nya.

Dalam hal ini, saya hanya punya mimpi dan keinginan yang sederhana..

 Saya hanya ingin nantinya ketika sudah menikah, saya dengan bangga mengatakan kepada suami saya bahwa selama ini saya sudah menjaga diri saya baik-baik untuk dia. Saya hanya ingin bilang ke dia, bahwa dia adalah lelaki pertama dan satu-satunya dihidup saya selama ini yang bisa memegang tangan saya ketika berjalan, yang dapat memeluk saya erat, dan yang dapat mencium saya lembut. 

Yaa.. saya hanya ingin itu sebenarnya...

Meskipun mungkin hal-hal seperti itu adalah biasa dan wajar dalam berpacaran.. meskipun mungkin nanti suami saya juga memaklumi saya andaikan saya sudah pernah digandeng lelaki lain dulunya, tapi sebagai perempuan saya akan tetap merasa bangga dengan diri saya sendiri karna bisa menjaga ini semua.

Dan saya baru sadar sekarang kalau ternyata Allah benar-benar menuntun saya, menjaga saya selalu dari godaan-godaan syetan yang terkutuk. Alhamdulillah, meskipun saya pernah beberapa kali berpacaran tapi saya masih bisa menjaga diri saya utuh seutuh-utuhnya. Suami saya nanti tetap akan menjadi lelaki pertama yang akan saya gandeng tangannya kalo sedang bepergian. Suami saya nanti tetap akan menjadi lelaki pertama yang akan saya peluk sekenceng-kencengnya, dan dan daannn begitulah..

Itu menjadi salah satu alasan kenapa saya tidak tertarik dengan konsep pacaran lagi.
Sederhana.. saya hanya ingin terus menjaga diri saya baik baik hanya untuk suami saya kelak.

Sampai saatnya tiba..

Allah Maha Melihat.. Allah Maha Tahu segala.. modal saya hanya keyakinan. Saya hanya yakin kalau sedang tidak berada dijalan yang salah untuk hal ini..

disamping itu, tetep ikhtiar Insha Alloh Ya Rabb.. Aamiin :)

Monday, July 23, 2012

[iPersonic] Tipe Kepribadian: Pelaku Peka

Iseng seru-seruan ikut tes kepribadian di http://www.ipersonic.net/id hihiihihi
dan tadaaa.. beginilah hasilnya! \(^.^)/

Saya tipe kepribadian: Pelaku Peka

Tipe Pelaku Peka adalah orang-orang yang lembut, rendah hati, dan pendiam. Mereka menangani kehidupan sehari-hari dengan baik dan menyukai keleluasaan pribadi mereka. Dengan sifat optimis dan tidak banyak bicara, mereka juga adalah pendengar yang baik yang sering dicari orang dan orang lain merasa nyaman ditemani mereka. Singkatnya, tipe ini adalah yang paling mudah disukai dan paling ramah di antara semua tipe kepribadian. Toleransi dan sikap hormat kepada orang lain membuat kepribadian mereka menonjol. Mereka sangat penuh kasih sayang, murah hati, dan selalu bersedia membantu. Mereka terbuka dan tertarik pada segala hal baru atau yang tidak diketahui oleh mereka. Namun demikian, jika sistem nilai dalam diri atau perasaan keadilan mereka dilukai, tipe Pelaku Peka dapat sekonyong-konyong dan secara mengejutkan menjadi keras dan tegas.

Tipe Pelaku Peka menikmati kenyamanan kehidupan sebaik-baiknya. Mereka sangat bahagia dalam kehidupan sehari-hari. Tipe Pelaku Peka biasanya seniman berbakat atau perajin yang amat trampil. Kreativitas, imajinasi, dan terutama persepsi yang tajam hanya sedikit dari kekuatan mereka. Tipe Pelaku Peka sangat berorientasi pada kekinian; perencanaan jangka panjang dan persiapan tidak menarik bagi mereka. Mereka menghadapi hidup sebagaimana datangnya dan bereaksi dengan luwes terhadap tuntutan sehari-hari. Mereka tidak menyukai terlalu banyak rutinitas dan hal-hal yang bisa ditebak. Bakat mereka muncul ke permukaan ketika proses pekerjaan beragam dan tidak ada banyak aturan. Tipe Pelaku Peka suka bekerja sendiri; jika mereka menjadi bagian dari tim, mereka tidak terlibat dalam permainan persaingan atau kekuasaan dan lebih memilih hidup dan bekerja sama secara harmonis dan terbuka.

Tipe Pelaku Peka sangat puas dengan lingkaran pertemanan yang kecil namun akrab karena kebutuhan kontak sosial mereka tidak terlalu besar. Di sini mereka juga menghindari konflik – pertengkaran dan perselisihan menimbulkan cukup banyak ketegangan bagi mereka. Tipe Pelaku Peka biasanya sangat menyukai binatang dan sangat pandai berhadapan dengan anak kecil. Sebagai pasangan, tipe ini setia dan dapat diandalkan serta bersedia mencurahkan diri ke dalam suatu hubungan. Saling menghargai dan toleransi sangat penting bagi tipe Pelaku Peka. Kecintaan mereka terhadap kesenangan menjadikan mereka teman yang menyenangkan yang dengan mereka seseorang dapat mengalami saat-saat yang intens. Mereka suka memperlakukan pasangan mereka dengan penuh perhatian, memberi mereka hadiah-hadiah kecil, dan sangat peka terhadap kebutuhan-kebutuhan pasangannya – seringnya lebih dibanding terhadap kebutuhan mereka sendiri. Namun demikian, jika mereka bertemu orang yang salah, mereka memiliki risiko dimanfaatkan. Mereka akan mengalami kekecewaan mendalam jika itu terjadi.

*****

Kalo diliat dari hasilnya, bagus-bagus yaa hahahaaa.. saya cuma banyak Aamiin-in aja. Ada yang sesuai, tapi lebih banyak meng-Aamiini. Jadi peer untuk bisa jadi lebih baik lagi. Susah soalnya buat menilai diri sendiri, that's why kita butuh orang lain untuk melihat seperti apakah kita sebenarnya di mata mereka. Tapi kalo menilai kekurangan diri, saya lebih jago! saya bisa dengan gampang mencari dan menyebutkan kekurangan-kekurangan saya apa aja jiakakakakk!

Tipe Pelaku Peka katanya orang-orang yg lembut, rendah hati, dan pendiam. Huoooo! untuk lembut dan rendah hatinya di Aamiin-in dan jadi peer buat saya. Untuk pendiamnya saya setuju. Terlepas dari setuju atau engganya orang-orang yg kenal saya kalo saya ini orangnya pendiam, saya ini memang sebenernya pendiam dan gak banyak bicara. Saya hanya bisa tiba-tiba cerewet kalo sedang berada diantara teman-teman dekat saya atau sedang dalam situasi yang membuat saya merasa dianggap dan nyaman...

Tipe Pelaku Peka dapat sekonyong-konyong dan secara mengejutkan menjadi keras dan tegas jika sistem nilai dalam diri atau perasaan keadilan mereka dilukai. Yap, benar! langsung berubah jadi singa, auummm! *leo*

Tipe Pelaku Peka biasanya seniman berbakat atau perajin yang amat trampil. Kreativitas, imajinasi, dan terutama persepsi yang tajam hanya sedikit dari kekuatan mereka. Huooo ini kurang sesuai! Suka yang berbau-bau seni atau kerajinan iya, tapi gak begitu berbakat dan terampil jugaakk. hahaha.

Mereka tidak menyukai terlalu banyak rutinitas. Bener banget! haha. 

Tipe Pelaku Peka suka bekerja sendiri; jika mereka menjadi bagian dari tim, mereka tidak terlibat dalam permainan persaingan atau kekuasaan dan lebih memilih hidup dan bekerja sama secara harmonis dan terbuka. Ini juga kayanya bener sih.. kayaknyaa hihihii

Tipe Pelaku Peka sangat puas dengan lingkaran pertemanan yang kecil namun akrab karena kebutuhan kontak sosial mereka tidak terlalu besar. Iyah, betul betul betul!

Mereka juga menghindari konflik – pertengkaran dan perselisihan menimbulkan cukup banyak ketegangan bagi mereka. Iyah, karna males berdebat dan takut liat orang berantem :s

Tipe Pelaku Peka biasanya sangat menyukai binatang dan sangat pandai berhadapan dengan anak kecil. Sangat menyukai binatang? humm biasa aja, lempeng. Sangat pandai berhadapan dengan anak kecil? Gak sangat pandai juga kali yaa.. tapi saya suka anak kecil! saya kan fans-nya anak kecil! :D :D

jika mereka bertemu orang yang salah, mereka memiliki risiko dimanfaatkan. Mereka akan mengalami kekecewaan mendalam jika itu terjadi. Ini bener juga sih, susah lupainnya kalo udah gini huhuuu *my weakness* :s

Selebihnya, saya Aamiin-kan banyak banyak dan jadi peer buat saya. Semoga saya bisa jadi pribadi yang lebih baik, bisa menyenangkan orang banyak dan bisa memberikan kenyamanan untuk orang-orang disekeliling saya. Aamiin Ya Rabb :)

Wednesday, May 2, 2012

[Desember 09-11, 2011] Singapore Trip


Malunyaaaa mau posting soal trip iniii -,-
Tapi kalo gak diposting yaa sayang banget bangetaann.. semacam agak menyedihkan ngintipin dokumentasi foto-foto liburan Desember lalu ini yang cuma tersimpan dgn manisnya di folder. Kasian. Cuma diliatin, di edit, dijadiin display picture BBM, di upload ke facebook. Udah. Gitu doang. Seolah-olah perjalanan gue dan temen-temen flat-flat aja gak berarti apa-apa hahaha -,-
Jadi ya maap-maap ajaa lohh kalo jadinya malah basi -,- *gak ada yg peduli juga sih*

Sekedar informasi, postingan tentang Singapore Trip gue ini hanya berhenti sampai pada postingan Trip Preparation aja yg diposting 4 bulan lalu.. huakakak! Bayangkan betapa butuh waktu yg lama sekali untuk menceritakan perjalanan liburan singkat gue dan temen-temen ke Singapore ini --"
well yeaahh,.. you can call me a lazy blogger then -___-"

 Yaak! kemudian bingung mau nulis apaan dan mulai dari mana zzz! hemm, lumayan jadi peer juga ya nginget-nginget perjalanan 4 bulan lalu itu haiyahahh -,-

Kalo ditanya pergi kemana aja di Singapore, yaa sama sama aja sih kayak orang kebanyakan yang pergi kesana. *Semacam gak niat gini gak sih nyeritainnya? wataw!*. Oke serius ah!

Ehm, mungkin foto-foto dibawah ini bisa mewakili semuanya. Seriusan binguuuung mau nulis apaannnnn.. *emang gak berbakat jadi penulis*






Part yang berbeda dari perjalanan kita kalo dibandingkan dengan perjalanan orang-orang lain yang mungkin mulus-mulus aja adalah part kepulangan kita kembali ke tanah air tercintah. Ini yang paling seru sekaligus menyayat hati dari perjalanan ini, dimana insiden-insiden yg gak bakal pernah bisa dilupain datang secara berturut-turut dan tanpa ampun *lebaii*. Inti dari insiden berturut-turut kita adalah ketinggalan PESAWAT.. lalu terdampar di BATAM.. kemudian terpaksa BOLOS KERJA dihari senin !! -,-
 
Lari-larian di Changi Airport sambil bawa koper, jinjingan belanjaan, dan tas kamera itu sungguh sangat menyiksa jiwa dan raga. Perjuangan Cinta ngejar Rangga dibandara mah gak ada apa-apanya beneran! Udah rempong, berat, cape, ngos-ngosan, gak keburu pulak.. antara sedih dan bingung. Ketinggalan bis udah biasaaa.. ini ketinggalan pesawaaatttt! Lemeesss.. 

 
Kita mutusin buat nyebrang ke Batam dulu dan booking tiket pesawat dari sana karna tiket penerbangan Sing-Jkt sudah melambung sangat tinggi. Alhamdulillah kita bisa ngejar jadwal penyebrangan kapal terakhir di jam 9 malem..

 
Dan disini insiden selanjutnya.. dompet Susi ilang! Dompetnya ketinggalan di loket pembelian tiket waktu keong beli tiket kapal kita. Lari-larian lah mereka balik ketempat loket itu. Yang pertama lari nyari dompet itu keong. Ternyata penjaga loket gak percaya itu milik keong karna itu dompet cewek. Akhirnya keong lari lagi ke kapal dan ngajak susi balik ke loket itu. Gue kasih tau yaa.. jarak kapal ke loket itu jauuuhh aselik. Gilaakk pokonya dramatis banget udah kayak dipelem pelem! Untungnya, susi sadar dompetnya ilang pas kapal belum berangkat. Jadi, mesin kapal yang tadinya udah hidup.. dimatiin lagi karna nunggu mereka.. waaaa bersyukur masih baik baik banget petugasnya.. Alhamdulillah..

 
Di Batam, kita nginep dirumah keong yang memang asli sana. Masih untung juga yaa ada tempat nginep gratisnyaa. Dan tapi karna kita semua baru dapet tiket pesawat sore, jadi kita semua terpaksa terpaksa banget mesti bolos kerja berjamaah zzz! Huhuuu gue jujur aja ngomong ke leader kalo terdampar di batam karna ketinggalan pesawatt.. gak enak dan merasa bersalah bangett! :s

 
Dan perjalanan pulang dari Batam ke Jakarta-pun masih kurang menyenangkan ternyatah.. -,-

 
But so far, it was my unforgettable-fun trip ever! Kalo gak ada insiden-insiden diatas, mungkin perjalanan ini bakal jadi biasa-biasa aja.. gak ada cerita yg gimanaaa gitu, karna ternyata Singapore yaa gitu gitu ajaaa.. hihihihi

 
Tapi Singapore ngangenin sih. Kangen Sentosa island, kangen USS, kangen jalanan-jalanan teraturnya, kangen MRT.. tapi selebihnya gue lebih cinta Indonesia ah! Kadang kesemerawutan Jakarta lebih seru dibanding jalanan-jalanan super teratur yg bikin hidup lebih monoton heheheh :p