Apakah sedih ini wajar?
Apakah rasa sakit hati ini juga wajar?
Atau apakah saya terlalu berlebihan dan terlalu mengambil hati semuanya?
Kenapa saat ini alasan bercanda menjadi pengecualian untuk seseorang bisa menyakiti perasaan orang lain ?
Kenapa saat ini alasan bercanda menjadi pengecualian untuk seseorang bisa menyakiti perasaan orang lain ?
Apakah saat ini sebuah candaan sudah tidak memiliki batas wajar?
Entah apakah saya sedang mellow atau sudah memasuki period saya,.. Yang pasti candaannya saat itu membuat saya teringat lagi akan semua candaan serupa atau candaan-candaan lainnya yang selalu saya dapatkan selama bertahun-tahun mengenalnya. Saya teringat betapa saya berusaha sekuat mungkin untuk tetap tenang, tetap sabar, dan tidak mengambil pusing semua. Saya berusaha sekuat mungkin untuk tetap berpikir positif dan menganggap semuanya tidak serius. Tapi sekuat apapun saya mencoba untuk tenang dan sabar, ternyata tetap ada yang terasa sakit sesak disini. Ternyata selalu ada saat dimana pada akhirnya air mata ini jatuh. Ketahuilah saya tidak sekuat itu, kawan..
Saya bosan mendengar kata-kata "Sabar ya Nisa, dia emang kaya gitu orangnya.. Jangan di ambil hati" Oh yaa.. Sekali dua kali saya bisa sabar, sampai saat kemarinpun saya masih berusaha sabar.. Hanya bisa menghela nafas untuk sekedar melancarkan apa yang menyesakkan..
Tapi terlalu sering seperti ini sangat tidak baik untuk diri saya. Secara tidak langsung, saya seperti direndahkan. Terlalu berlebihan? Ohh.. Jangan bilang saya berlebihan karna sesungguhnya kalian tidak tau kawan.. Kalian tidak tau seberapa sering dan seberapa kuatnya saya berusaha untuk menahan malu dan berusaha tetap terlihat baik baik saja..
Diam bukan berarti menerima. Senyum bukan berarti menikmati. Sabar bukan berarti pasrah.. Terlihat baik-baik saja bukan berarti dimanfaatkan lagi dan lagi.. Hanya berusaha untuk tidak mengambil pusing, tetap tenang dan kuat..
Ketahuilah, saya berusaha untuk menjadikan diri saya layak seperti perempuan-perempuan lain pada umumnya. Menjadi seorang yang dulu tidak 'terlihat' lalu kemudian saya mengusahakan untuk mengalahkan rasa 'ketidakpercayadirian' saya agar setidaknya dapat 'dilihat', merupakan suatu usaha yang saya latih sedikit demi sedikit. Saya mempunyai hak sama seperti mereka, bukan? Tapi apa yg sedikit demi sedikit saya bangun ternyata bisa tiba-tiba dipatahkan oleh orang luar yg memang kurang bisa menjaga perasaan orang lain..
Saya tau seharusnya saya tidak terpengaruh dengan ucapannya. Seharusnya saya biarkan dan jangan di ambil pusing. Saya tau seharusnya saya tetap fokus pada diri saya, kehidupan saya. Tapi saya merasa tidak pantas selalu dijadikan objek seperti ini dan sesering ini..
Jika saya diminta untuk tetap sabar, akan selalu saya usahakan. Karna kesabaran ini satu-satunya yang membuat saya yakin bahwa ada saatnya nanti saya sudah tidak bisa dijadikan bahan candaannya lagi. Kesabaran ini yang membuat saya yakin bahwa Tuhan akan mengganti rasa sakit hati ini dengan sesuatu yang membahagiakan saya nanti.
Entah apakah saya sedang mellow atau sudah memasuki period saya,.. Yang pasti candaannya saat itu membuat saya teringat lagi akan semua candaan serupa atau candaan-candaan lainnya yang selalu saya dapatkan selama bertahun-tahun mengenalnya. Saya teringat betapa saya berusaha sekuat mungkin untuk tetap tenang, tetap sabar, dan tidak mengambil pusing semua. Saya berusaha sekuat mungkin untuk tetap berpikir positif dan menganggap semuanya tidak serius. Tapi sekuat apapun saya mencoba untuk tenang dan sabar, ternyata tetap ada yang terasa sakit sesak disini. Ternyata selalu ada saat dimana pada akhirnya air mata ini jatuh. Ketahuilah saya tidak sekuat itu, kawan..
Saya bosan mendengar kata-kata "Sabar ya Nisa, dia emang kaya gitu orangnya.. Jangan di ambil hati" Oh yaa.. Sekali dua kali saya bisa sabar, sampai saat kemarinpun saya masih berusaha sabar.. Hanya bisa menghela nafas untuk sekedar melancarkan apa yang menyesakkan..
Tapi terlalu sering seperti ini sangat tidak baik untuk diri saya. Secara tidak langsung, saya seperti direndahkan. Terlalu berlebihan? Ohh.. Jangan bilang saya berlebihan karna sesungguhnya kalian tidak tau kawan.. Kalian tidak tau seberapa sering dan seberapa kuatnya saya berusaha untuk menahan malu dan berusaha tetap terlihat baik baik saja..
Diam bukan berarti menerima. Senyum bukan berarti menikmati. Sabar bukan berarti pasrah.. Terlihat baik-baik saja bukan berarti dimanfaatkan lagi dan lagi.. Hanya berusaha untuk tidak mengambil pusing, tetap tenang dan kuat..
Ketahuilah, saya berusaha untuk menjadikan diri saya layak seperti perempuan-perempuan lain pada umumnya. Menjadi seorang yang dulu tidak 'terlihat' lalu kemudian saya mengusahakan untuk mengalahkan rasa 'ketidakpercayadirian' saya agar setidaknya dapat 'dilihat', merupakan suatu usaha yang saya latih sedikit demi sedikit. Saya mempunyai hak sama seperti mereka, bukan? Tapi apa yg sedikit demi sedikit saya bangun ternyata bisa tiba-tiba dipatahkan oleh orang luar yg memang kurang bisa menjaga perasaan orang lain..
Saya tau seharusnya saya tidak terpengaruh dengan ucapannya. Seharusnya saya biarkan dan jangan di ambil pusing. Saya tau seharusnya saya tetap fokus pada diri saya, kehidupan saya. Tapi saya merasa tidak pantas selalu dijadikan objek seperti ini dan sesering ini..
Jika saya diminta untuk tetap sabar, akan selalu saya usahakan. Karna kesabaran ini satu-satunya yang membuat saya yakin bahwa ada saatnya nanti saya sudah tidak bisa dijadikan bahan candaannya lagi. Kesabaran ini yang membuat saya yakin bahwa Tuhan akan mengganti rasa sakit hati ini dengan sesuatu yang membahagiakan saya nanti.
Alloh, Saya hanya mohon dikuatkan,.. Saya mohon untuk dihilangkan rasa sakit hati ini.. dan berusaha untuk tetap dan terus memaafkannya :(